Jumat, 05 September 2014

Diksi

Celoteh saya hari ini berdasarkan iklan yang menurut saya agak aneh. Saya nggak mau sebut itu apa tapi saya hanya mau memberikan sebuah pelajaran yang penting bagi kita semua, baik dalam tulisan maupun lisan. Ini masalah serius, jadi belalakkan matamu. Jangan berkedip! 

Kali ini, saya berbicara diksi. Diksi itu apa, sih? Bukan singkatan 'dikasih' ketika mengirimkan SMS, ya. Diksi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah:

dik·si n Ling pilihan kata yg tepat dan selaras (dl penggunaannya) untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu (spt yg diharapkan)
Nah, tersadarkah kita baik secara lisan maupun tulisan kita butuh bagaimana kata-kata yang tepat agar hal yang kita mau bisa tersampaikan dengan baik? Kalau kamu sering melontarkan kalimat seperti: 'Ah, gimana, ya, kalimatnya, biar pas, begitu?' Artinya, kamu sedang memikirkan diksi apa yang tepat agar sesuatu yang ingin kamu sampaikan bisa diterima dengan maksud yang baik pula. Itu dalam tulisan. Lain lagi dengan lisan. Kadang-kadang, otak agak saklek. Ngerti saklek? Saklek itu sama dengan bebal. Giliran tulisan dipikirin setengah mati tetapi giliran kita berbicara, mekanisme kita seakan diabaikan sehingga menimbulkan apa yang disebut sebagai: lepas kontrol.

Ada pepatah yang mengatakan bahwa mulutmu harimaumu. Hei, jangan pikir pepatah ini hanya berlaku ketika berbicara. SMS itu perlu. SMS itu, 'kan, tidak berjenis kelamin, dan tidak berwujud. Tidak hanya SMS, tetapi juga segala bentuk tulisan, termasuk tulisan saya ini. Jadi kembali ke peribahasa... yak! Pikir itu pelita hati. Nggak usah dijelasin lagi, ya. 

Diksimu, harimaumu!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar