- Mana yang benar: 'provinsi' atau 'propinsi'?
- Mana yang benar: 'napas' atau 'nafas'?
- Mana yang benar: 'apotik' atau 'apotek'?
- Mana yang benar: 'menyontek' atau 'mencontek'?
Kalau sudah selesai dengan pertanyaan di atas, saatnya kamu harus mengerjakan tes kedua. Siap?
- Padan kata yang tepat untuk headset adalah ...
- Padan kata yang tepat untuk copy-paste adalah ...
- Padan kata yang tepat untuk save adalah ...
- Padan kata yang tepat untuk online adalah ...
Jawabannya Adalah...
Nah, yuk kita cek jawaban yang tepat untuk dua tes di atas!
Tes 1
- Provinsi. Kata ini menyerap province.
- Napas. Cek KBBI-nya, ya.
- Apotek. Taruhan, apakah ada apotiker?
- Menyontek. Kata dasarnya adalah 'sontek'. Imbuhan 'me-' akan luluh jika bertemu kata-kata dengan huruf depan k, t, s, dan p.
Tes 2
- Headset sekarang punya padan katanya, yaitu 'pelantang telinga' karena lagu yang kamu dengar dari gawai milikmu (baca: padan kata untuk gadget) akan bersuara lantang jika di telinga, 'kan?
- Copy-paste = 'salin-tempel'. Jadi, jangan pakai istilah co-pas lagi, ya. Cukup buat akronim saltem, meski agak rancu jika ketemu salam tempel. Karena pada hakikatnya akronim itu mengambil setiap suku kata.
- Save = amankan. Belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai hal ini. Saya juga heran, karena terjemahan aslinya 'simpan', sementara kalau 'aman' itu safe.
- Online = dalam jaringan (daring).
Nah, sekarang setelah kita bermain-main dengan tes-tes di atas, sekarang kita renungkan yuk, isi dokumen penting ini.
SUMPAH PEMUDA
Kami, putra-putri Indonesia, mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia.
Kami, putra-putri Indonesia, mengaku bertanah air satu, tanah air Indonesia.
Kami, putra-putri Indonesia, mengaku berbahasa satu, bahasa Indonesia.
Berbahasa satu, bahasa Indonesia. Nah, sekarang, perhatikan kata 'bingits' yang saya gunakan. Kata itu merupakan bentuk peng-alay-an dari kata banget. Kata banget sendiri berasal dari kata sekali. Nah, apa salahnya, sih menggunakan kata sekali dalam percakapan sehari-hari? Dan juga bahasa-bahasa lainnya seperti keles, rempong, secara, dan lain sebagainya yang justru menimbulkan kerancuan dan keanehan dalam pemakaiannya.
Agak menggelitik fenomena akhir-akhir ini, apalagi cewek-cewek fakultas saya yang sering menggunakan bahasa Korea jika diselipkan dalam percakapan. Selain itu, ada orang yang dengan bangganya menggunakan hangul (aksara Korea) ketika update memperbarui status akun facebook-nya. Apakah sebegitu repotnyakah bahasa Indonesia? Apakah sebegitu rusaknyakah bahasa Indonesia sehingga generasi kita tidak ingin memakai dan menggunakan bahasa Indonesia lagi sebagai bahasa pemersatu?
Yuk, cintai bahasa Indonesia. Berbanggalah menggunakan bahasa Indonesia karena bahasa Indonesia itu banyak memberi warna dan justru membuat tulisan dan tuturmu menjadi indah. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar