Barusan, saya baru menerima kabar bahwa Bapatua saya telah wafat. Dan ini adalah mengejutkan secara tidak ada firasat apapun yang menggambarkan kepergian Bapatua yang saya sayangi ini. Beliau telah tidur tenang di sana berbungkuskan baju sintua (pelayan gereja, seperti penatua/diaken) berwarna merah-putih.
Namun, setelah melihat foto itu, benak saya tergambar sebuah pemandangan mengerikan. Saya wafat dengan menggunakan jas dan... saya tidak ingin menyebutkannya lagi karena saya sangat merasa ngeri dan ngilu melihat pemandangan saya yang menyeramkan itu. Tetapi, ada satu hal yang ingin saya pertanyakan: akankah orang-orang akan merasakan kehilangan ketika saya hilang?
Berat perasaan saya untuk menuliskan perasaan saya ketika membayangkan bagaimana saya wafat. Akankah orang-orang yang menyenangi saya akan merasakan kehilangan? Akankah orang-orang yang membenci saya malah bersorak gembira, karena orang yang sangat mereka benci ini tidak akan pernah lagi ada di depan wajah mereka?
Berat. Perasaan saya amat berat membayangkan reaksi saya ketika wafat. Tetapi, satu hal yang saya imani adalah: saya akan kembali ke Sana. Di pangkuan-Nya. Duduk nyaman, tanpa harus memikirkan hal yang memberatkan saya. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar