Sabtu, 30 Agustus 2014

Belok

Orientasi seks. Baiklah, *tarik napas* saya akan membicarakan sesuatu yang menurut saya paling sensitif bagi setiap orang. Untunglah, saya punya bekal yang cukup untuk membahas masalah ini: novel-novel yang mengetengahkan masalah serupa.

Sebenarnya, ini berawal dari ketidaknyamanan saya atas beberapa orang yang memiliki 'gangguan asmara'. Gangguan asmara di sini bukan berarti menyendiri, lho. Cuma, ini masalah 'doyan'. Jijik, sih, menyelipkan istilah 'doyan' ketika berpacaran ketika ada yang mengajak ngobrol begini:

"Woy, lo doyan sama cewek atau cowok?"
Baiklah, ini sedikit mengganggu. Dari pilihan katanya saja sudah demikian. Pertanyaannya, apakah orientasi seks itu semacam makanan/minuman layaknya lotek, es buah, cappuccino cincau, dan sebagainya. Oke, langsung saja ke intinya.

Suatu hari saya melihat status facebook dari seorang teman dekat saya. Orang tuanya berkata homoseksualitas itu bagaikan: "dia berambut hitam, dan saya berambut pirang". Artinya, mereka 'berbeda' dari kita. Namun, adat-istiadat orang timurlah yang menyebabkan homoseksualitas itu sesuatu yang ditentang. Bahkan, agama pun melaknatnya: semua! Sejak dahulu, Tuhan menciptakan Adam dan Hawa (Adam dan Eve). Tuhan tidak menciptakan Adam dan Steve, apalagi Hawa dan Hani. Alasan logisnya, (maaf agak frontal) apakah laki-laki memiliki rahim dan vagina? Bisakah vagina dan vagina membuahkan anak meski perempuan itu berahim? 


Tetapi, sekali lagi, itu adalah jalan hidup mereka. Apakah mereka terjerumus dalam lubang hitam itu karena pelecehan orang-orang terdekatnya, atau karena gen mereka (ada, lho, hipotesis demikian, entah siapa yang berkata...). Namun, jangan pernah menghakimi homoseksualitas dari tinggi jari tengah dan jari manis, sebab, that's kind of illogical


Di satu sisi, saya menyetujui gaya mereka bercinta (meski agak sadis). Sekali mendapatkan seseorang yang menurut mereka menarik, mereka akan berjuang mati-matian untuk mempertahankan mereka sampai titik darah penghabisan (baca: setia dijunjung tinggi!).


Lalu, mengapa kita menganggap mereka sebagai sebuah 'virus' atau 'penyakit' yang harus dibasmi? Mereka juga butuh pengakuan dari masyarakat. Mereka juga butuh bersosialisasi. Mereka juga ingin berkiprah dan berkarya. 



Sasaran Pembelokan

Nah, untuk kamu yang sering menjadi sasaran pembelokan, kamu harus mengetahui bahwa kaum-kaum seperti mereka menyukai sesamanya yang menurut mereka 'menarik'. Dan mereka bangga dengan memiliki kekasih yang berwajah menarik, otomatis mempertahankannya setengah mati. Lalu, bagaimana cara menghindari menjadi sasaran pembelokan? Caranya satu. Tunjukkan kemesraanmu (meski ini agak norak tapi memang ini cara satu-satunya yang manjur). Serius :)

Nah, jangan jauhi gay atau lesbian. Namun, jangan juga terjerumus ke dalamnya. Belok atau lurusnya kamu tergantung siapa guide-mu :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar